18 Oktober 2008

Diet Untuk Penderita Hepatitis

Diet Hepatitis
Hepatitis merupakan salah satu gangguan pada hati yang disebabkan oleh virus, yang disebut sebagai virus hepatitis. Sedangkan hati, atau istilah dalam kedokteran disebut hepar adalah organ tubuh yang paling sentral dalam kehidupan manusia. Dikatakan paling sentral, karena hati mempunyai banyak fungsi yang sangat kompleks, antara lain untuk metabolisme hidrat arang dan lemak, menetralkan berbagai jenis racun, dan memproduksi getah empedu.

Melihat begitu banyaknya fungsi hati dalam berbagai proses metabolisme, maka jika terjadi kerusakan hati akan terjadi gangguan pada proses metabolisme berbagai zat dalam tubuh. Karena rusaknya alat sentral dalam tubuh, maka perlu dilakukan diet sehingga kerja hati tidak terlalu berat. Atau dengan kata lain agar hati dapat bekerja secara efektif walaupun terjadi kerusakan.

Kandungan hidrat arang dalam diet harus dibuat semaksimal mungkin agar glikogen tersedia cukup banyak dalam hati. Protein juga harus disediakan dalam jumlah yang cukup sehingga akan menghambat metamorfosis lemak atau berbagai zat beracun dalam parenkim.

Pada kasus berat, barangkali pasien sangat memerlukan pemberian glukosa melalui infus. Tahap selanjutnya dimana pasien masih dapat minum maka harus diberikan sebanyak mungkin cairan hidrat arang dalam bentuk air buah yang diberi gula. Selanjutnya bila kondisi sudah mulai membaik, diet dapat diperluas menurut selera pasien. Mengingat bervariasinya kondisi penderita hepatitis, maka diet yang diberikan di Rumah Sakit juga bermacam-macam, mulai diet hati I, II, III, dan IV.

Dalam kondisi akut, bubur merupakan konsumsi yang paling tepat bagi pasien, sehingga kerja hati dalam pelaksanaan metabolisme tidak terlalu berat. Para ahli gizi menganjurkan, selama kondisi pasien masih lemah sebaiknya konsumsi bubur terus dilakukan.

Sedangkan untuk makanan yang dianjurkan atau dipantangkan bagi penderita hepatitis, tergantung pada kondisi fisik pasien, misalnya tinggi badan dan berat badan, juga kondisi kesehatan yang lain. Namun secara umum, ada beberapa pedoman dalam berdiet bagi penderita hepatitis.

Beberapa pantangan yang harus dihindari antara lain :
  • Semua makanan yang mengandung lemak tinggi seperti daging kambing dan babi, jerohan, otak, es krim, susu full cream, keju, mentega/ margarine, minyak serta makanan bersantan seperti gulai, kare, atau gudeg.
  • Makanan kaleng seperti sarden dan korned.
  • Kue atau camilan berlemak, seperti kue tart, gorengan, fast food.
  • Bahan makanan yang menimbulkan gas, seperti ubi, kacang merah, kool, sawi, lobak, mentimun, durian, nangka.
  • Bumbu yang merangsang, seperti cabe, bawang, merica, cuka, jahe.
  • Minuman yang mengandung alkohol dan soda.
Sedangkan bahan makanan yang baik dikonsumsi penderita hepatitis :
  • Sumber hidrat arang seperti nasi, havermout, roti putih, umbi-umbian.
  • Sumber protein antara lain telur, ikan, daging, ayam, tempe, tahu, kacang hijau, sayuran dan buah-buahan yang tidak menimbulkan gas.
  • Makanan yang mengandung hidrat arang tinggi dan mudah dicerna seperti gula-gula, sari buah, selai, sirup, manisan, dan madu.


14 komentar pada
Diet Untuk Penderita Hepatitis :

Anonim mengatakan...

saya masih agak bingung membedakan ubi dengan umbi-umbian... karena saya lihat pada artikel di atas, ubi ada daftar di pantangan yg harus dihindari. sedangakan makanan yg baik dikonsumsi ada disebut pula umbi-umbian. bukankan ubi termasuk dalam umbi-umbian? lalu bagaimana?

abidin on 31 Desember 2008 15.05 mengatakan...

@anonim

Terima kasih sebelumnya atas koreksinya. Yang dimaksud disini adalah umbi-umbian yang tidak menimbulkan gas. Ubi memang termasuk umbi-umbian, tetapi ubi termasuk makanan yang menimbulkan gas.
Contoh umbi-umbian yang tidak menimbulkan gas antara lain kentang dan wortel.

Anonim mengatakan...

terima kasih atas informasinya..
susu apa yang aman untuk penderita jika susu full cream tidak disarankan?
lalu bagaimana cara menaikkan hb pd penderita hepatitis?

abidin on 8 Maret 2009 03.54 mengatakan...

@anonim :

1. konsumsi susu yang rendah lemak.
2. banyak faktor penyebab hb rendah dan cara menaikkan hb tergantung dari penyebabnya, untuk jelasnya konsultasikan dengan dokter anda.

ade_w on 16 Juni 2009 11.17 mengatakan...

trims atas informasinya.
bagaimana jika yang menderita hepatitis juga menderita diabetes melitus tipe 2?apa diet yang cocok?

rafa on 23 April 2010 13.07 mengatakan...

kalo setelah hepatitis bagaimana ya cara mengkonsumsi makanan....terkadang saya masih suka linu atau kadang2 sakit di bagian liver....

rafa on 20 Juli 2010 13.44 mengatakan...

apakah ati ampela boleh di konsumsi oleh penderita hepatitis?

bambang on 28 Oktober 2010 19.14 mengatakan...

apakah penyakit ini berbahaya, menular ? kalo menular melalui apa penularannya ya ?

haryoshi on 29 Oktober 2010 14.30 mengatakan...

thanks for this information.

visit me ok...

fmipa unand

Anonim mengatakan...

trims bwt informasinya,
saya mau tanya,kalau untuk setelah masa penyembuhan bagi penderita hepatitis A,apa mungkin akan terjadi (kambuh) lagi?bila ya,faktor apa yg menyebabkan hal itu bisa terjadi?
trims.mohon infonya :)

Obat asam urat on 28 Desember 2010 12.47 mengatakan...

wqah ijin kopas ya om admin
soalnya menarik nih gak apa kan?

jilbab cantik on 25 Januari 2011 17.27 mengatakan...

wah penting banget nih. thx infonya. keluargaku ada yg kena hepatitis ni soalnya.

pengobatan asam urat on 28 Maret 2011 10.57 mengatakan...

penyakit hepatitis berbahaya gak...
penyakit ini menular gakk..


tolong dijawab..

nadimaudah on 24 April 2011 14.23 mengatakan...

makanan dengan protein tinggi, perlu atau justru bahaya? misal ; cumi udang, kerang, ikan?

Poskan Komentar pada
Diet Untuk Penderita Hepatitis :

 

Komentar

Google Friend Connect

Copyright © Kesehatan dan Psikologi - Diet Untuk Penderita Hepatitis