07 Juli 2010

Bahan Kimia Pada Parfum Ternyata Banyak Mengandung Racun

Bahan Kimia Pada Parfum Ternyata Banyak Mengandung Racun
Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini parfum merupakan suatu kebutuhan pokok. Para pegawai kantor, remaja, dan terutama bagi wanita, rasanya tidak mungkin mereka melakukan aktivitas sehari-hari tanpa menggunakan aroma parfum pada tubuhnya. Tidak hanya itu, aroma parfum juga digunakan untuk memberi kesegaran pada ruangan. Jika anda berjalan di dalam sebuah pusat pertokoan, anda pasti disuguhi aroma parfum yang menyengat di tiap-tiap toko. Hal ini dimaksudkan agar orang lain disekitarnya merasa nyaman dan tidak terganggu dengan bau-bau yang tidak sedap.

Namun sayangnya, parfum tidak hanya memberikan aroma harum, tetapi juga memberikan banyak efek racun. Ada lebih dari 500 bahan kimia potensial yang dapat digunakan untuk memberikan "aroma harum" yang ditemukan pada banyak produk, bukan hanya parfum dan cologne. Aroma tersebut bisa ditemukan di penyegar udara ruangan, kosmetik, pelembut kain, deterjen, lilin, dll. Dan produsen tidak diwajibkan untuk mencantumkan bahan yang ada pada label produknya, juga tidak harus mengungkapkan bahan tertentu yang memenuhi syarat sebagai "aroma" karena mereka dilindungi sebagai rahasia dagang perusahaan.

Beberapa bahan kimia yang paling umum pada parfum adalah etanol, asetaldehida, benzaldehida, benzil asetat, a-pinene, aseton, benzil alkohol, etil asetat, linalool, a-terpinene, metilen klorida, oksida stirena, sulfat dimenthyl, a-terpineol, kapur barus, dan limonene. Beberapa bahan kimia tersebut memberikan efek pada kesehatan yaitu mudah tersinggung, kekaburan mental, nyeri otot, asma, kembung, nyeri sendi, nyeri sinus, kelelahan, sakit tenggorokan, iritasi mata, masalah pencernaan, laringitis, sakit kepala, pusing, bengkak kelenjar getah bening, peningkatan tekanan darah, batuk, dan gatal iritasi kulit.

Asetaldehida merupakan karsinogen bagi manusia. Dalam penelitian pada hewan, zat ini mampu melintasi plasenta menuju janin. Industri kimia sendiri mencatat sebagai sakit kepala, tremor, kejang, dan bahkan kematian sebagai efek yang mungkin terjadi dari paparan asetonitril, bahan lain yang umum. Dalam penelitian hewan, oksida stirena menyebabkan depresi. Toluena (juga dikenal sebagai metil benzena) adalah neurotoksin yang dapat menyebabkan hilangnya kontrol otot, kerusakan otak, sakit kepala, kehilangan memori, dan masalah dengan berbicara, mendengar, dan visi. Musk tetralin (AETT) telah terbukti menyebabkan degenerasi sel otak dan sumsum tulang belakang.

Penelitian ini menegaskan bahwa banyak bahan dalam parfum adalah neurotoksin, yang berarti bahwa mereka memiliki efek beracun pada otak dan sistem syaraf. Penelitian lain menghubungkan gejala emosi negatif, mental, dan fisik lainnya pada berbagai bahan parfum. Sampai baru-baru ini, para ilmuwan percaya bahwa otak dilindungi oleh sebuah mekanisme kedap yang dikenal sebagai "blood-brain barrier". Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sistem ini memungkinkan racun lingkungan, termasuk yang ditemukan pada parfum dan produk beraroma lain mampu mengakses ke otak halus, dan yang pernah ditemukan di otak butuh waktu puluhan tahun untuk menghilangkannya. Dimana dapat mengakibatkan kerusakan substansial dalam bentuk peradangan dan plak yang menumpuk di otak, dua dari prekursor terhadap gangguan otak yang serius seperti Alzheimer dan Parkinson.

Beberapa bahan aroma parfum mengganggu keseimbangan hormon kita, menyebabkan sejumlah masalah emosional, antara lain : kecemasan, perubahan mood, dan depresi. Tidak semua produk yang beraroma diciptakan sama. Banyak parfum dan cologne terutama merek komersial terdiri dari bahan kimia sintetik. Bahkan produk alami juga banyak mengandung bahan-bahan aroma sintetis sehingga penting untuk mulai membaca label pada produk perawatan pribadi. Jika tidak ada daftar bahan, produsen pasti memiliki sesuatu yang disembunyikan. Berhati-hatilah terhadap "minyak wangi" yang menyamar sebagai minyak esensial. Carilah yang berasal dari bahan-bahan alami yaitu yang berasal dari bunga, daun, dan bahan-bahan alam lainnya.


21 komentar pada
Bahan Kimia Pada Parfum Ternyata Banyak Mengandung Racun :

Reza on 7 Juli 2010 15.37 mengatakan...

Bingung milih2 minyak wangi, mungkin yang alami tu minyak wangi dari arab itu ya gan...

pay per lead on 15 Juli 2010 19.13 mengatakan...

kalo gini mending pake minyak wangi non alkohol aja deh

sanggup on 16 Juli 2010 10.03 mengatakan...

wah rupanya minyak wangi punya efek ngga bagus berarti ya...berarti selektif sedikit untuk memilih minyak wangi...trims infonya

teak garden furniture manufacturer on 21 Juli 2010 12.53 mengatakan...

emankutkan ternyata parfum, klo gitu harus hati hati, untuk menjaga kesehatan Ulum

Blog Dofollow on 21 Juli 2010 15.14 mengatakan...

walah.... bahaya juga ya kalau begitu

Health Blog on 21 Juli 2010 21.35 mengatakan...

parfum-parfum sekarang yang dijual banyak sekali harganya murah, apa kalo harganya murah berarti bahwa kandungan yang terkandung di dalamnya sangat berbahaya?
Bagaimana pula dengan bibit parfum yang beredar sekarang ini bro?

handphone terbaru on 22 Juli 2010 23.33 mengatakan...

waduuh ... harus selektif nee milih parfum .. thx maz infonya

lowongan kerja pt on 25 Juli 2010 09.55 mengatakan...

wah ngeri jg ya, ga sadar kalo udah diracuni...

tas branded on 31 Juli 2010 12.42 mengatakan...

Wah ternyata disekitar kita....dikelilingi racun yah.....kenapa yah orang pintar itu selalu cari jalan pintas......memang sebaiknya kita harus kembali ke alam.

lirik lagu indonesia on 31 Juli 2010 15.51 mengatakan...

Wah, kalo gitu lebih baik pake deodorant aja d daripada minyak wangi

Kedai Obat on 3 Agustus 2010 16.51 mengatakan...

Wah! Info kesehatan yg sangat menarik.. Saya terkesan dg isi Blog ini, boleh exchange Link atau LinBack nya? Mhn konfirmasinya.. Trims :D

travel jakarta bandung on 7 Agustus 2010 01.50 mengatakan...

untung ngk terlalu suka parfum

sweet girls mengatakan...

wadoeh, , gm dwonk milih parfum yg aman???

Kelenjar getah bening on 12 Agustus 2010 09.36 mengatakan...

Edodo ee mendaing bau badan kalau tau begitu mh? makasih atas share nya
salamkenal gan

haryoshi on 29 Oktober 2010 13.54 mengatakan...

thanks for this information.

visit me ok...

fmipa unand

Sistem Informasi Geografis berbasis Web on 19 April 2011 23.05 mengatakan...

Mantep artikelnya bang, trims

OReng Sampang on 23 April 2011 08.55 mengatakan...

Membingungkan????......
Trims Infonya....:)

Mutiara Pembelajar on 5 Mei 2011 10.29 mengatakan...

wah...sekarang mah mas, parfum sudah sulit diketahui mana yang dari bahan alami atau bahan kimia...yah...parfum juga seperti hape, kalo bepergian tidak memakai parfum, ya gak oke!

Toko Mutiara Lombok on 11 Mei 2011 08.08 mengatakan...

Blogwalking aja gan,,,

poles marmer on 27 Mei 2011 02.20 mengatakan...

kenapa yah orang pintar itu selalu cari jalan pintas......memang sebaiknya kita harus kembali ke alam.

poles marmer on 1 Juli 2011 21.01 mengatakan...

Edodo ee mendaing bau badan kalau tau begitu mh? makasih atas share nya
salamkenal gan

 

Komentar

Google Friend Connect

Copyright © Kesehatan dan Psikologi - Bahan Kimia Pada Parfum Ternyata Banyak Mengandung Racun