Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Anak

Hubungan Antara Usia Ibu Dan Autisme Pada Anak

Ibu hamil di usia lanjut secara signifikan beresiko tinggi memiliki anak autis, terlepas dari usia ayah, menurut sebuah penelitian pada seluruh kelahiran di California pada tahun 1990-an oleh para peneliti UC Davis Health System . Ayah dengan usia lanjut berhubungan dengan peningkatan resiko autisme hanya ketika usia ayah jauh lebih tua dan usia ibu di bawah 30 tahun. Penelitian ini menemukan bahwa resiko inkremental memiliki anak dengan autisme meningkat sebesar 18% untuk setiap 5 tahun peningkatan usia ibu. Wanita / Ibu hamil di usia 40 tahun memiliki resiko memiliki anak autisme sebesar 50% lebih besar daripada seorang wanita antara 25 tahun dan 29 tahun. Usia orang tua yang lanjut adalah faktor resiko yang diketahui cenderung memiliki anak dengan autisme. Namun, penelitian sebelumnya telah menunjukkan hasil yang bertentangan mengenai apakah ibu, ayah atau kedua yang berkontribusi besar terhadap peningkatan resiko autisme. Sebagai contoh, sebuah penelitian melaporkan bahwa ayah ...

Mengasuh Anak Mampu Mengurangi Tekanan Darah Pada Orang Tua

Memiliki anak mungkin bisa membuat anda pusing, tidak bisa tidur malam dan sejumlah kekhawatiran tentang uang, kesehatan dan sekolah. Tapi menurut penelitian, membesarkan anak, benar-benar dapat menurunkan tekanan darah. Kesimpulan berasal dari sebuah penelitian pada 198 orang dewasa yang dilengkapi dengan monitor tekanan darah selama 24 jam ketika mereka menjalani kehidupan sehari-hari mereka. Para peneliti juga memperhitungkan faktor lain yang dapat mempengaruhi tekanan darah, seperti kesehatan, usia, berat badan, olahraga, pekerjaan dan makanan-minuman. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Annals of Behavioural Medicine , dengan hasil penelitian, rata-rata tekanan darah sistolik 4,5 poin lebih rendah untuk orang tua (sudah memiliki anak) daripada yang belum memiliki anak. Sedangkan tekanan darah diastolik , 3 poin lebih rendah. Efeknya lebih kuat pada kalangan wanita, dimana wanita yang sudah memiliki anak memiliki rata-rata 12 poin sistolik dan 7 poin diastolik lebih renda...

Bermain Di Luar Rumah Baik Untuk Kesehatan Anak

Para peneliti telah menemukan bahwa bakteri pada permukaan kulit memiliki peran penting dalam mencegah peradangan pada luka. Dengan mengurangi respon imun yang terlalu aktif, yang bisa menyebabkan luka dan memar menjadi bengkak dan nyeri. Penemuan ini memperkuat penemuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa paparan kuman pada anak usia dini bisa meningkatkan kekebalan tubuh terhadap alergi. Disebut " hygiene hypothesis ", yang sebelumnya digunakan untuk menjelaskan mengapa peningkatan jumlah penderita alergi pada anak-anak, seperti eksim, lebih banyak terdapat di negara-negara maju. Penemuan ini mendesak kepada orangtua untuk memberikan kebebasan lebih besar kepada anak-anak untuk bermain di luar rumah. Para ahli di University of California di San Diego melakukan penelitian tersebut dengan mempelajari tikus dan kultur sel manusia dalam laboratorium. Tim penliti, yang dipimpin oleh dermatolog Profesor Richard Gallo, menemukan bahwa bakteri yang disebut staphylococcus , dapat m...

Diabetes Pada Anak-Anak

Diabetes yang terjadi pada anak-anak dikenal sebagai juvenile diabetes , tetapi juga sering disebut sebagai diabetes type 1. Karena jenis diabetes yang sering terjadi pada anak-anak dibawah umur 16 tahun adalah diabetes type 1, dengan jumlah kasus sekitar 90% - 95%. Juvenile diabetes disebabkan oleh ketidak-mampuan pankreas untuk menghasilkan hormon insulin. Merupakan penyakit autoimmune, yang berarti sistem pertahanan tubuh menyerang organ/ bagian tubuh yang lain. Dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, kasus juvenile diabetes meningkat 3 kali lipat. Dan di Eropa dan Amerika Serikat, kini muncul kasus diabetes type 2 pada anak-anak untuk pertama kalinya. Penyebabnya diperkirakan karena faktor genetika dan faktor lingkungan. Tetapi mayoritas penderita tidak mempunyai sejarah keluarga dengan diabetes. Gejala juvenile diabetes sama seperti diabetes pada orang dewasa, yaitu mudah merasa lapar dan haus, penurunan berat badan secara drastis, mudah lelah, peningkatan jumlah urin, dan ge...

Mengatasi Depresi Pada Anak

Anak Anda yang berusia 3 tahun ternyata tidak seriang biasanya, ia tidak ‘ceriwis’ saat pagi tiba, bukan tidak mungkin ia juga menolak untuk makan. Daripada bercanda bersama saudara-saudaranya, atau menggambar di bukunya, ia cenderung berada di tepi jendela sambil menatap kosong ke luar, mungkinkah seorang balita mengalami depresi? Seperti kebanyakan orang lainnya, Anda mungkin berasumsi kalau anak pra sekolah terlalu kecil untuk merasa sedih. Tapi ada penelitian terbaru yang menyatakan bahwa depresi klinis itu ternyata tidak mengenal usia. Depresi – bahkan keinginan untuk bunuh diri – sama berpengaruhnya pada balita dan remaja seperti pada orang dewasa. Para peneliti di Washington University School of Medicine, mengemukakan bahwa anak-anak mengalami symptom depresi yang sama seperti yang sering ditemukan pada orang dewasa, bahkan sama tingkat keparahannya. Menurut the National Mental Health Association, satu dari tiga anak di Amerika menderita depresi. Namun, walaupun sudah berb...

Menentukan Jenis Kelamin Anak

Menentukan jenis kelamin anak? Mungkin bisa, mungkin juga tidak. Para ahli juga bersikap skeptik (ragu-ragu), namun hal tersebut tak menghentikan para orang tua untuk menentukan jenis kelamin anak mereka. Informasi tentang mekanisme konsepsi ini memacu para peneliti untuk meneliti teori seks ini. Namun tak satupun yang didukung oleh para ahli medis bahkan memicu perdebatan dikalangan medis. Apa pendapat para Pakar? Teori pemilihan jenis kelamin anak membuat beberapa pasangan cenderung melakukan hubungan seks berdasarkan kromosom anak laki-laki yang membawa sperma bergerak lebih cepat namun tidak dapat bertahan lama seperti kromosom anak perempuan meskipun belum ada sebuah penelitian yang mendukung pernyataan ini. Sebuah studi tahun 1995 yang diterbitkan New England Journal of Medicine menuturkan tentang hubungan seks dan ovulasi. “Kita tidak menemukan hubungan antara waktu berhubungan seks dengan jenis kelamin bayi,” ujar Dr. Clarice Weinberg dari National Institute of Environmen...

Gangguan Kepribadian Dependen

Gambaran utama dari gangguan ini adalah kesulitan dengan “perpisahan”, dimana gangguan ini beresiko menjadi gangguan depresi dan gangguan cemas sehingga berkecenderungan berpikiran untuk bunuh diri. Diperkirakan lebih dari 2% dari populasi dewasa mengalami gangguan ini dengan perbandingan antara pria dan wanita sama. Tanda – tanda Gangguan Kepribadian Dependen, antara lain : Mendorong atau membiarkan orang lain untuk mengambil sebagian besar keputusan penting bagi dirinya. Meletakkan kebutuhan sendiri lebih rendah daripada kebutuhan orang lain pada siapa dia bergantung, dan kerelaan yang tidak semestinya terhadap keinginan mereka. Keengganan untuk mengajukan tuntutan yang layak pada siapa dia bergantung. Perasaan tidak enak atau tidak berdaya apabila sendirian, karena ketakutan yang dibesar – besarkan tentang ketidakmampuan mengurus diri sendiri. Terpaku akan ketakutan akan ditinggalkan oleh orang yang dekat dengannya dan ditinggal agar mengurus diri sendiri. Keterbatasan kemam...

Gangguan Kepribadian Narcistik

Diperkirakan penderita gangguan ini kurang dari 1% orang dewasa, dan lebih dari 75% adalah laki-laki. Perilaku ini bisa normal pada anak remaja dan tidak selalu akan menjadi dewasa narcistik. Tanda – tanda Gangguan Kepribadian Narcistik adalah : Grandious, membutuhkan sanjungan dan empati dari orang lain. Banyak cerita tentang keberhasilan, kekuatan dan kemolekannya untuk mendapatkan sanjungan dari sekitarnya. Sering membesar-besarkan keberhasilan dan kemampuannya dan sering tampak arogan. Jarang tertarik dengan perasaan orang lain. Prikodinamika Gangguan Kepribadian Narcistik Penderita selalu “over value” dalam menilai dirinya. Gangguan ini berawal dari penolakan dari orang tua terhadap anak. Selanjutnya terdapat tampilan grandiousitas pada anak sebagai suatu cara untuk meyakinkan orang lain bahwa ia mampu tanpa membutuhkan hubungan yang hangat. Teori ini didukung oleh kasus anak – anak yang sering mendapat kekerasan dan dari keluarga bercerai. Para ahli mengatakan gangg...

Dampak Rokok Pada Anak

Sekali lagi, sebuah studi memperlihatkan bahwa merokok tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri namun juga bagi lingkungan sekitar mereka. Laporan dari Dr. Paolo Vineis seperti yang dilansir oleh The British Medical Journal menyatakan anak-anak memiliki resiko paling besar dari para orang tua perokok. Dampak perokok pada non perokok (perokok pasif) sudah lama diketahui. Namun bahaya mengenai orang tua perokok pada kesehatan anak-anak baru kini mengemuka. Dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Paolo Vineis disejumlah negara Eropa diketahui bahwa anak-anak mengalami dampak paling tinggi. Yaitu sekitar tiga kali lipat terkena kanker paru-paru dan masalah yang berhubungan dengan pernafasan lainya dari orang tua yang perokok. Dr. Paolo Vineis menyebut hasil penelitiannya kali ini sangat berbeda dengan penelitian dampak rokok pada kesehatan manusia. Dr. Paolo Vineis merupakan seorang profesor dari Imperial College London (Inggris). Selama hampir tujuh tahun, Dr. Paolo Vineis melakukan ...

Konflik Keluarga Bisa Membuat Anak Trauma dan Depresi

Setiap konflik dalam keluarga (pertengkaran orang tua), pasti mempengaruhi pola pikir dan kelakuan anak. Apa lagi jika konflik tersebut diperlihatkan di depan anak. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi psikis anak dalam konflik rumah tangga. Seperti besarnya konflik, usia anak dan jenis kelamin anak (anak perempuan biasa lebih sensitif ketimbang anak laki-laki). Apabila konflik yang terjadi masih kecil, orang tua pasti mampu menutupinya. Dan, anak tidak akan mengetahui masalah itu karena orangtua tidak memperlihatkan konflik di depan anak. Kecuali jika konflik sudah membesar dan orang tua tidak dapat menutupinya dari anak, akan sangat berpengaruh pada mental anak. Konflik berkepanjangan yang terjadi pada keluarga akan membawa dampak psikologis anak saat mereka remaja. Ketika anak masih balita, mereka belum merasakan apa-apa. Namun memori otaknya akan tetap merekam setiap peristiwa yang mereka alami, meski hanya seperti mimpi. Bayang-bayang ini akan semakin jelas terpateri dala...