Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Orang Tua

Mengasuh Anak Mampu Mengurangi Tekanan Darah Pada Orang Tua

Memiliki anak mungkin bisa membuat anda pusing, tidak bisa tidur malam dan sejumlah kekhawatiran tentang uang, kesehatan dan sekolah. Tapi menurut penelitian, membesarkan anak, benar-benar dapat menurunkan tekanan darah. Kesimpulan berasal dari sebuah penelitian pada 198 orang dewasa yang dilengkapi dengan monitor tekanan darah selama 24 jam ketika mereka menjalani kehidupan sehari-hari mereka. Para peneliti juga memperhitungkan faktor lain yang dapat mempengaruhi tekanan darah, seperti kesehatan, usia, berat badan, olahraga, pekerjaan dan makanan-minuman. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Annals of Behavioural Medicine , dengan hasil penelitian, rata-rata tekanan darah sistolik 4,5 poin lebih rendah untuk orang tua (sudah memiliki anak) daripada yang belum memiliki anak. Sedangkan tekanan darah diastolik , 3 poin lebih rendah. Efeknya lebih kuat pada kalangan wanita, dimana wanita yang sudah memiliki anak memiliki rata-rata 12 poin sistolik dan 7 poin diastolik lebih renda...

Pendidikan Seks Remaja Dan Orang Tua

Kebanyakan orang tua selalu menunda-nunda untuk membicarakan tentang seks dengan anak remaja mereka. Dan ketika orang tua mulai membicarakannya dengan anak remaja mereka, sering sudah terlambat. Menurut penelitian, sebagian remaja sudah pernah berhubungan seks pada saat orang tua mereka mencoba untuk membicarakan seks dengan mereka. Memang penelitian tersebut dilakukan di Amerika Serikat, tapi remaja-remaja di Indonesia juga mempunyai perilaku yang sangat memprihatinkan. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Academy of Pediatrics , 114 keluarga yang diwawancarai pada masalah-masalah mulai dari perubahan tubuh pada masa pubertas sampai dengan kondom dan kehamilan. Dalam satu sesi, peneliti menanyakan kepada para remaja dan orang tua mereka secara terpisah, tentang kapan topik ini dibahas oleh mereka. Kemudian hasilnya dibandingkan dengan jawaban para remaja tentang aktivitas seks pertama mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata, remaja telah berhubungan se...

Mengatasi Depresi Pada Anak

Anak Anda yang berusia 3 tahun ternyata tidak seriang biasanya, ia tidak ‘ceriwis’ saat pagi tiba, bukan tidak mungkin ia juga menolak untuk makan. Daripada bercanda bersama saudara-saudaranya, atau menggambar di bukunya, ia cenderung berada di tepi jendela sambil menatap kosong ke luar, mungkinkah seorang balita mengalami depresi? Seperti kebanyakan orang lainnya, Anda mungkin berasumsi kalau anak pra sekolah terlalu kecil untuk merasa sedih. Tapi ada penelitian terbaru yang menyatakan bahwa depresi klinis itu ternyata tidak mengenal usia. Depresi – bahkan keinginan untuk bunuh diri – sama berpengaruhnya pada balita dan remaja seperti pada orang dewasa. Para peneliti di Washington University School of Medicine, mengemukakan bahwa anak-anak mengalami symptom depresi yang sama seperti yang sering ditemukan pada orang dewasa, bahkan sama tingkat keparahannya. Menurut the National Mental Health Association, satu dari tiga anak di Amerika menderita depresi. Namun, walaupun sudah berb...

Dampak Rokok Pada Anak

Sekali lagi, sebuah studi memperlihatkan bahwa merokok tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri namun juga bagi lingkungan sekitar mereka. Laporan dari Dr. Paolo Vineis seperti yang dilansir oleh The British Medical Journal menyatakan anak-anak memiliki resiko paling besar dari para orang tua perokok. Dampak perokok pada non perokok (perokok pasif) sudah lama diketahui. Namun bahaya mengenai orang tua perokok pada kesehatan anak-anak baru kini mengemuka. Dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Paolo Vineis disejumlah negara Eropa diketahui bahwa anak-anak mengalami dampak paling tinggi. Yaitu sekitar tiga kali lipat terkena kanker paru-paru dan masalah yang berhubungan dengan pernafasan lainya dari orang tua yang perokok. Dr. Paolo Vineis menyebut hasil penelitiannya kali ini sangat berbeda dengan penelitian dampak rokok pada kesehatan manusia. Dr. Paolo Vineis merupakan seorang profesor dari Imperial College London (Inggris). Selama hampir tujuh tahun, Dr. Paolo Vineis melakukan ...

Konflik Keluarga Bisa Membuat Anak Trauma dan Depresi

Setiap konflik dalam keluarga (pertengkaran orang tua), pasti mempengaruhi pola pikir dan kelakuan anak. Apa lagi jika konflik tersebut diperlihatkan di depan anak. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi psikis anak dalam konflik rumah tangga. Seperti besarnya konflik, usia anak dan jenis kelamin anak (anak perempuan biasa lebih sensitif ketimbang anak laki-laki). Apabila konflik yang terjadi masih kecil, orang tua pasti mampu menutupinya. Dan, anak tidak akan mengetahui masalah itu karena orangtua tidak memperlihatkan konflik di depan anak. Kecuali jika konflik sudah membesar dan orang tua tidak dapat menutupinya dari anak, akan sangat berpengaruh pada mental anak. Konflik berkepanjangan yang terjadi pada keluarga akan membawa dampak psikologis anak saat mereka remaja. Ketika anak masih balita, mereka belum merasakan apa-apa. Namun memori otaknya akan tetap merekam setiap peristiwa yang mereka alami, meski hanya seperti mimpi. Bayang-bayang ini akan semakin jelas terpateri dala...