Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Penderita

Gejala Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah suatu kondisi di mana sel-sel saraf di otak mati, sehingga sinyal-sinyal otak sulit ditransmisikan dengan baik. Gejala penyakit Alzheimer sulit dikenali sejak dini. Seseorang dengan penyakit Alzheimer punya masalah dengan ingatan, penilaian, dan berpikir, yang membuat sulit bagi penderita penyakit Alzheimer untuk bekerja atau mengambil bagian dalam kehidupan sehari-hari. Kematian sel-sel saraf terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun. Gejala mungkin tidak diperhatikan sejak dini. Sering anggota keluarga penderita menyadari adanya gejala ketika sudah terlambat. Gejala umum penyakit Alzheimer meliputi: Gangguan memori dan berpikir, yaitu penderita penyakit Alzheimer kesulitan mengingat informasi baru. Pada tahap akhir penyakit, memori jangka panjang menghilang, dan penderita penyakit Alzheimer tidak dapat mengingat informasi pribadi, seperti tempat tanggal lahir, pekerjaan, atau nama-nama anggota keluarga dekat. Kebingungan. Penderita penyakit ...

Yang Harus Dilakukan Bagi Penderita Kanker Payudara

Ketika seseorang wanita dinyatakan menderita kanker payudara, kebanyakan penderita akan langsung terpukul secara emosi. Mereka merasa bagaikan mendapat vonis mati, walaupun sebenarnya bisa saja penderita disembuhkan terlebih lagi bila masih dalam stadium dini. Pada tahap lanjut, dampak emosi dan psikologis dapat menyebabkan seorang penderita kanker mengalami depresi. Dimana hal ini justru dapat memperburuk keadaannya. Untuk itu, perlu adanya dukungan dari pihak keluarga atau teman. Penderita kanker payudara sebaiknya memberitahu keluarga atau teman mereka karena penderita membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat akibat dampak emosi yang dialaminya. Adalah hal yang wajar apabila penderita tidak mau memberitahu keluarga atau temannya tentang penyakitnya. Alasannya karena mereka tidak mau merepotkan atau membuat orang yang mendengarnya menjadi sedih atau khawatir. Tetapi, bayangkanlah keadaan sebaliknya, bila anda yang tidak diberitahu oleh keluarga atau teman dekat anda bahwa ter...

Diet Untuk Penderita Diabetes

Banyak yang beranggapan bahwa penderita diabetes harus makan makanan khusus dan selalu mengikuti pola makan atau diet yang terprogram secara kompleks. Anggapan tersebut tidak selalu benar, karena tujuan utama dari diet diabetes adalah menjaga kadar glukosa darah pada batas normal. Untuk itu, maka sangat penting bagi kita terutama penderita diabetes untuk mengetahui efek makanan pada glukosa darah. Untuk itu diet diabetes seharusnya meliputi makanan reguler, dan suatu diet seimbang dari makanan yang bergizi tanpa meninggalkan rasa lezat. Bagi kebanyakan orang, menderita diabetes berarti merubah pola makan dari berbagai jenis makanan yang seimbang dan mengatur jadwal makan reguler. Jika selama ini anda telah memiliki jadwal dan pola makan yang sehat, anda tidak perlu merubahnya untuk tetap memiliki kadar gula darah normal. Untuk diet diabetes, makanan yang dianjurkan adalah makanan yang kaya serat seperti sayur-mayur dan buah-buahan segar. Sebagai variasi, anda masih bisa makan makan...

Gangguan Kepribadian Dependen

Gambaran utama dari gangguan ini adalah kesulitan dengan “perpisahan”, dimana gangguan ini beresiko menjadi gangguan depresi dan gangguan cemas sehingga berkecenderungan berpikiran untuk bunuh diri. Diperkirakan lebih dari 2% dari populasi dewasa mengalami gangguan ini dengan perbandingan antara pria dan wanita sama. Tanda – tanda Gangguan Kepribadian Dependen, antara lain : Mendorong atau membiarkan orang lain untuk mengambil sebagian besar keputusan penting bagi dirinya. Meletakkan kebutuhan sendiri lebih rendah daripada kebutuhan orang lain pada siapa dia bergantung, dan kerelaan yang tidak semestinya terhadap keinginan mereka. Keengganan untuk mengajukan tuntutan yang layak pada siapa dia bergantung. Perasaan tidak enak atau tidak berdaya apabila sendirian, karena ketakutan yang dibesar – besarkan tentang ketidakmampuan mengurus diri sendiri. Terpaku akan ketakutan akan ditinggalkan oleh orang yang dekat dengannya dan ditinggal agar mengurus diri sendiri. Keterbatasan kemam...

Gangguan Kepribadian Histrionik

Penelitian pada gangguan kepribadian ini tampaknya kurang mendukung, namun para peneliti mengatakan bahwa 2% dari populasi dengan perbandingan jumlah antara pria dan wanita sama, mengalami gangguan ini. Tanda – tanda Gangguan Kepribadian Histrionik antara lain : Ekspresi emosi yang didramatisasi sendiri, teatrikal, dan dibesar-besarkan. Bersifat sugestif, mudah dipengaruhi oleh orang lain atau keadaan. Afek datar dan labil. Terus-menerus mencari kepuasan, apresiasi oleh orang lain, dan aktifitas di mana penderita menjadi pusat perhatian. Kegairahan yang tidak pantas dalam penampilan atau perilaku. Terlalu mementingkan daya tarik fisik. Termasuk : Gangguan Kepribadian Histeris dan Psikoinfantil. Psikodinamika Gangguan Kepribadian Histrionik Penderita gangguan ini, ketika masa kanak mengalami hubungan dengan orang tua yang tidak harmonis sehingga kehilangan rasa cinta. Lalu untuk mempertahankan ketakutan akan kehilangan yang sangat, dia bereaksi secara dramatis. Para ahli...

Gangguan Kepribadian Ambang

Jumlah penderita gangguan ini sekitar 2% dari populasi, dan 75% diantaranya adalah wanita. Perjalanan gangguan ini bervariasi, pada umumnya ketidak-stabilan dan resiko bunuh diri memuncak pada usia dewasa muda dan menurun secara gradual dengan perjalanan usianya. Tanda-tanda Gangguan Kepribadian Ambang adalah : Emosi atau Afek yang sangat tidak stabil, perubahan yang sangat cepat dan impulsif. Hubungan interpersonal juga tidak stabil. Gambaran diri pasien, tujuan, dan preferensi internalnya (termasuk seksual) sering kali tidak jelas atau terganggu, dengan perasaan kosong yang kronis. Mudah menjadi marah dan melakukan perilaku kekerasan dan agresif, yang sering kemarahan tersebut ditujukan pada diri sendiri dengan melukai diri, ancaman dan perilaku bunuh diri. Kadang kemarahan dialihkan pada penyalahgunaan obat dan alkoholisme, perilaku ugal-ugalan, termasuk dalam perilaku seksual. Psikodinamika Gangguan Kepribadian Ambang Gangguan dimulai dengan adanya gangguan penerimaan ora...

Gangguan Kepribadian Antisosial

Gangguan Kepribadian Antisosial sering disebut Psikopat atau Sosiopat , dan sering dikaitkan dengan penyalahgunaan obat dan perilaku kriminal. DSM IV mengharuskan orang berusia sedikitnya 18 tahun untuk didiagnosis gangguan ini, dimana penderita gangguan ini sering telah menampakkan gejala pada usia sebelum 15 tahun. Survey di Amerika Serikat lebih dari 3,5% populasi memenuhi kriteria Gangguan Kepribadian Antisosial, dengan perbandingan pria 4 kali lebih banyak daripada wanita dan orang kulit putih lebih banyak dibandingkan dengan orang kulit hitam. Penelitian-penelitian tentang gangguan ini banyak dilakukan pada populasi penjara karena penderita hampir selalu berhubungan dengan kriminal dan penyalahgunaan obat dan alkoholisme. Tanda-tanda Gangguan Kepribadian Antisosial adalah : Bersikap tidak perduli dengan perasaan orang lain, kacau, sadistik, dan ugal-ugalan. Sikap yang amat tidak bertanggung jawab dan menetap, dan tidak perduli terhadap norma, peraturan, dan kewajiban sos...

Gangguan Kepribadian Skizotipal

Diperkirakan 4% dari seluruh populasi mengalami Gangguan Kepribadian Skizotipal, dengan penderita pria sedikit lebih banyak daripada wanita. Tanda-tanda Gangguan Kepribadian Skizotipal, antara lain : Afek yang tak wajar atau yang mengalami konstriksi (individu tampak dingin dan tak bersahabat). Perilaku yang aneh, ekstrinsik, atau ganjil. Hubungan sosial yang buruk dengan orang lain dan tendensi menarik diri. Kepercayaan yang aneh atau pikiran magis, yang mempengaruhi perilaku dan tidak serasi dengan norma-norma budaya. Kecurigaan atau ide paranoid. Pikiran obsesif yang direnungkan dan tak terkendali, sering dengan isi yang bersifat dismorfofobik (dysmorphophobic), seksual atau agresif. Persepsi-persepsi panca indera yang luar biasa termasuk mengenai tubuh (somatosensory) atau ilusi-ilusi lain, depersonaliti atau derealisasi. Pemikiran yang bersifat samar-samar (vague), sirkumstansial (circumstantial), penuh kiasan (metaforsis), sangat terinci dan ruwet, atau stereotipik, ya...

Gangguan Kepribadian Skizoid

Pada populasi orang dewasa, diperkirakan kurang dari 1% yang menderita Gangguan Kepribadian Skizoid. Dan sedikit lebih banyak penderita pria daripada wanita. Tanda-tanda Gangguan Kepribadian Skizoid, antara lain : Hanya sedikit aktifitas yang memberikan kebahagiaan. Emosi dingin, afek datar. Kurang mampu untuk menyatakan kehangatan, kelembutan, atau kemarahan terhadap orang lain. Ketidak-perdulian yang nyata terhadap pujian atau kecaman. Kurang tertarik untuk menjalin pengalaman seksual dengan orang lain (dengan memperhitungkan usia). Hampir selalu memilih aktivitas yang menyendiri. Dirundung oleh fantasi dan instropeksi yang berlebihan. Tidak mempunyai teman dekat atau hubungan pribadi yang akrab, dan keinginan untuk mempunyai hubungan seperti itu. Sangat tidak sensitif terhadap norma dan kebiasaan sosial yang berlaku. Tidak termasuk : Sindrom Asperger, Gangguan Waham, Gangguan Skizoid masa kanak-kanak, Skizofrenia, Gangguan Kepribadian Skizopital . Psikodinamika Ganggua...

Gangguan Kepribadian Paranoid

Gangguan Kepribadian Paranoid lebih banyak atau lebih nyata dialami oleh pria daripada wanita. Sekitar 3% orang dewasa pernah mengalami gangguan ini. Beberapa tanda-tanda pada Gangguan Kepribadian Paranoid, antara lain : Kepekaan berlebihan terhadap kegagalan dan penolakan. Kecenderungan untuk tetap menyimpan dendam, meskipun pada masalah-masalah kecil. Kecurigaan dan kecenderungan pervasif untuk menyalah-artikan tindakan orang lain yang netral atau bersahabat sebagai suatu sikap permusuhan atau penghinaan. Mempertahankan dengan gigih bila perlu dengan kekuatan fisik tentang hak pribadinya yang sebenarnya tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Kecurigaan yang berulang, tanpa dasar, tentang kesetiaan seksual dari pasangannya. Kecenderungan untuk merasa dirinya penting secara berlebihan yang dinyatakan dalam sikap menyangkut harga diri yang menetap. Dirundung oleh rasa persekongkolan dari suatu peristiwa terhadap baik diri pasien maupun dunia luar pada umumnya tanpa bukti. Sel...