02 Desember 2008

Gangguan Kepribadian Obsesif – Kompulsif

Obsesif – Kompulsif
Diperkirakan penderita gangguan kepribadian ini sekitar 2% - 5% populasi dengan perbandingan pria 2 kali lebih banyak dari wanita. Kebanyakan berasal dari orang kulit putih, terpelajar, menikah, dan karyawan.

Walaupun memiliki gejala yang sama dengan Gangguan Obsesif – Kompulsif, tetapi tidak ada hubungan yang spesifik di antara keduanya.

Tanda – tanda Gangguan Kepribadian Obsesif – Kompulsif, antara lain :
  • Perasaan ragu dan hati – hati yang berlebihan.
  • Keterpakuan pada rincian, peraturan, daftar, perintah, organisasi, dan jadwal.
  • Perfeksionis yang menghambat penyelesaian tugas.
  • Ketelitian yang berlebihan, terlalu hati – hati, dan kecenderungan yang tidak semestinya untuk menciptakan kesenangan dan hubungan interpersonal.
  • Keterpakuan dan ketertarikan yang berlebihan pada kebiasaan sosial.
  • Kaku dan keras kepala.
  • Pemaksaan secara tidak masuk akal agar orang lain melakukan sesuatu menurut caranya, atau keengganan yang tak masuk akal mengizinkan orang lain melakukan sesuatu.
  • Mencampuradukkan pikiran atau dorongan yang bersifat memaksa atau yang tidak disukai.
Tak termasuk : Gangguan Obsesif – Kompulsif

Psikodinamika Gangguan Kepribadian Obsesif – Kompulsif

Penjelasan psikodinamikanya sangat terbatas, banyak dikaitkan dengan Gangguan Obsesif – Kompulsif walau tidak spesifik.

Teori Freudian mengatakan gangguan kepribadian ini terjadi akibat dari perilaku pada “toilet training”, dimana anak menjadi marah dan tetap mempertahankan fase perkembangan psikoseksual ini. Dan untuk mempertahankan kemarahan dibawah kontrolnya, dia menahan kemarahan dan naluri untuk menahan fesesnya secara ekstrem.

Pengobatan Gangguan Kepribadian Obsesif – Kompulsif

Orang dengan gangguan kepribadian ini tidak selalu menyadari bahwa dirinya terganggu, sehingga mereka biasanya tidak berobat sampai dia mengalami gangguan lain, seperti gangguan depresi atau gangguan cemas.

Walaupun terapi perilaku dan terapi obat efektif untuk mengobati gangguan ini, tapi dengan terapi psikodinamik dan terapi kognitif tampaknya memberikan hasil yang lebih baik.

link : Kesehatan dan Gangguan Jiwa >> Gangguan Kepribadian >> Gangguan Kepribadian Obsesif – Kompulsif


5 komentar pada
Gangguan Kepribadian Obsesif – Kompulsif :

armouris on 29 Juni 2009 15.11 mengatakan...

info tentang gangguan obsesif kompulsif kat sini - Gangguan Obsesif Kompulsif

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang on 29 September 2009 23.39 mengatakan...

Mantab artikelnya..terima kasih.:)

KeNaLi DAn KunJunGi ObJEk WiSata Di PanDegLaNG on 15 November 2009 05.20 mengatakan...

makasih artikelnya, bagus

rangkuman peristiwa on 17 Desember 2009 10.13 mengatakan...

sangat lengkap weblog ini, kayaknya cocok jadi masuk award web sehat. coba di daftarin mas sapa tau bisa menang :)

Astaga.com lifestyle on the net on 5 Januari 2010 20.37 mengatakan...

coba di daftarin mas sapa tau bisa menang :)

 

Komentar

Google Friend Connect

Copyright © Kesehatan dan Psikologi - Gangguan Kepribadian Obsesif – Kompulsif