Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bakteri

Konsumsi Antibiotik Pada Anak Meningkatkan Resiko Gangguan Mental

Rawat inap karena infeksi pada anak memperbesar resiko terjadinya gangguan mental dikemudian hari, menurut sebuah penelitian baru-baru ini yang diterbitkan dalam JAMA Psychiatry , yang mengacu pada data remaja di Denmark hingga usia 17 tahun. Para peneliti juga menemukan bahwa penggunaan antibiotik juga memiliki resiko pada gangguan mental, bahkan lebih besar. Keterkaitan ini diduga karena antibiotik mempengaruhi bakteri dalam mikrobioma usus. Penelitian - yang mendukung teori-teori yang muncul tentang interaksi fungsional antara infeksi, mikrobioma usus dan gangguan mental - adalah salah satu dari hampir 50 makalah yang diterbitkan menggunakan data dari Danish Psychiatric Central Research Register sejak paruh kedua tahun 2018. Registri ini melacak, untuk pertama kalinya, data klinis lebih dari satu juta orang - dalam hal ini, data dari tahun 1995 dan seterusnya tentang orang Denmark yang dirawat karena gangguan mental selama 17 tahun pertama kehidupan mereka, baik di ru...

Bakteri Coliform Pada Minuman Soda Di Restoran Cepat Saji

Sepertinya semakin banyak alasan untuk tidak makan di restoran cepat saji. Sebelumnya kita sering mendengar tentang cara pengolahan makanan pada banyak rumah makan dan restoran yang tidak  memperhatikan kebersihan dan kesehatan bagi konsumen. Sekarang, mari kita lihat kualitas minuman soda yang juga banyak tersedia di restoran cepat saji. Sebuah penelitian baru-baru ini telah mengungkapkan bahwa 48% minuman soda di restoran cepat saji mengandung bakteri coliform , sebuah bakteri yang biasanya tumbuh dalam tinja, dan juga 11% mengandung E. Coli . Penelitian ini dilakukan oleh tim pakar mikrobiologi di HollinsUniversity , dan diterbitkan dalam International Journal of Food Microbiology . Bakteri coliform terdeteksi pada 48% dari minuman soda dan 20% mempunyai heterotrophic plate , lebih dari 11% dari minuman soda mengandung Escherichia coli ( E. Coli ), dan juga lebih dari 17% terkandung Chryseobacterium meningosepticum . Mikroorganisme patogen oportunistik lain terisolasi dar...

Tips Membersihkan Cerumen Pada Lubang Telinga

Banyak yang menganggap bahwa kotoran telinga yang berwarna kuning atau coklat merupakan hasil aktifitas bakteri. Itu merupakan pemahaman yang salah. Kotoran telinga yang dalam bahasa ilmiah disebut cerumen , sebenarnya diproduksi oleh telinga itu sendiri, tepatnya pada kelenjar kulit pada lubang telinga bagian luar. Cerumen yang bersifat lengket mempunyai fungsi sebagai mekanisme pertahanan tubuh, yaitu melindungi kulit sensitif di dalam lubang telinga dari masuknya kotoran, kulit mati, dan benda-benda lain yang bisa menimbulkan masalah. Cerumen juga bersifat asam sehingga juga berfungsi sebagai anti bakteri yang kuat. Lapisan cerumen yang licin berfungsi mencegah bintik-bintik kering dan mengurangi rasa gatal. Di dalam lubang telinga sendiri, mekanisme tubuh mampu membersihkan sendiri lubang telinga yang kotor jika berfungsi dengan baik. Kotoran telinga akan keluar dari lubang telinga dengan sendirinya, prosesnya dibantu setiap kali rahang bergerak untuk berbicara atau mengunya...

Pengaruh Melepas Alas Kaki Ketika Berada Di Dalam Rumah Bagi Kesehatan Kita

Melepas alas kaki (sepatu atau sandal) ketika berada di dalam rumah merupakan suatu kebiasaan orang-orang Asia termasuk Indonesia. Selain untuk kebersihan, melepas alas kaki ketika kita bertamu ke rumah orang lain merupakan tanda penghormatan atau sopan santun terhadap tuan rumah. Namun saat ini, banyak dari kita yang meniru gaya hidup orang barat yang tidak melepas alas kaki (kecuali sandal khusus dalam rumah) ketika berada dalam rumah atau bahkan ketika sedang tidur. Terlebih lagi ketika seorang pejabat yang merasa memiliki status sosial tinggi berkunjung ke rumah orang dengan status sosial rendah. Suatu hal yang sering kita jumpai. Apa pengaruhnya pada kesehatan kita? Ketika kita berada di jalan, tak kurang dari 66 juta mikroorganisme dari berbagai spesies menempel pada alas kaki. Dimana bakteri-bakteri tersebut infektif terhadap saluran pencernaan, saluran pernafasan, kulit dan mata. Menurut para ahli mikrobiologi, bakteri yang menempel pada alas kaki mampu hidup lebih lama ...

Bahaya Tindik Lidah

Betapa pun menariknya sesuatu yang tengah menjadi trend, tak selamanya baik untuk dilakukan. Tindik yang dulu hanya didominasi kaum hawa, sekarang sudah bukan hal aneh lagi bagi pria. Tak hanya itu saja tindik yang dulu hanya digunakan di telinga, sekarang sudah 'mengembara' ke bagian tubuh lain yang memiliki tulang rawan atau daging lunak, seperti hidung, bibir, alis mata hingga lidah. Sebagian orang tak menyadari bahaya tindik di 'tempat tak umum', yang penting mode dan gaul, namun tak memikirkan resiko kesehatan di baliknya. Terlebih lagi jika tindik dilakukan oleh mereka yang tak memiliki latar belakang medis, sehingga mereka tidak dapat memberikan pengobatan atau perawatan pasca tindik untuk mencegah terjadinya infeksi. Tindik lidah yang lagi ngetrend saat ini sangatlah berbahaya dan besar resikonya, bahkan bisa menyebabkan penyakit jantung. Seperti kita ketahui, mulut manusia mengandung berjuta-juta bakteri, hingga lubang pada daerah tindikan di lidah akan...