Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Depresi

Konsumsi Antibiotik Pada Anak Meningkatkan Resiko Gangguan Mental

Rawat inap karena infeksi pada anak memperbesar resiko terjadinya gangguan mental dikemudian hari, menurut sebuah penelitian baru-baru ini yang diterbitkan dalam JAMA Psychiatry , yang mengacu pada data remaja di Denmark hingga usia 17 tahun. Para peneliti juga menemukan bahwa penggunaan antibiotik juga memiliki resiko pada gangguan mental, bahkan lebih besar. Keterkaitan ini diduga karena antibiotik mempengaruhi bakteri dalam mikrobioma usus. Penelitian - yang mendukung teori-teori yang muncul tentang interaksi fungsional antara infeksi, mikrobioma usus dan gangguan mental - adalah salah satu dari hampir 50 makalah yang diterbitkan menggunakan data dari Danish Psychiatric Central Research Register sejak paruh kedua tahun 2018. Registri ini melacak, untuk pertama kalinya, data klinis lebih dari satu juta orang - dalam hal ini, data dari tahun 1995 dan seterusnya tentang orang Denmark yang dirawat karena gangguan mental selama 17 tahun pertama kehidupan mereka, baik di ru...

10 Kebiasaan Untuk Menghindari Stress Dan Depresi

Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan sehari-hari yang berguna untuk menghindari stress dan depresi. Tidak semua kebiasaan itu sering kita lakukan, tetapi jika kita bisa melakukannya, kemungkinan besar kita bisa menghindari stress dan depresi. Berikut adalah 10 kebiasaan yang bisa menghindari stress dan depresi sehingga kita bisa menjaga kesehatan mental kita. Menulis buku harian ( diary ). Menulis adalah cara yang baik untuk mengungkapkan perasaan. Dengan tanpa perlu kita memfilter setiap pemikiran, anda bebas mengungkapkan perasaan anda dalam bentuk tulisan. Anda tidak perlu takut untuk dinilai, dikritik, bahkan dikecam oleh orang lain. Hal ini memungkinkan anda untuk mengekspresikan emosi dan perasaan anda dengan bebas. Cukup tidur. Jika anda merasa kurang tidur malam, bisa ditambah dengan tidur siang yang singkat jika diperlukan. Tidur adalah saat yang baik bagi tubuh kita untuk memulihkan kondisi, perbaikan sistem kekebalan tubuh, kesempatan otak untuk istirahat dan regenera...

Gangguan Panik Dan Depresi Dapat Diobati Melalui Internet

Menurut sebuah tesis Jan Bergström di Karolinska Institutet , Swedia, Terapi Perilaku Kognitif ( Cognitive Behaviour Therapy / CBT ) melalui internet sama efektif dalam mengobati gangguan panik seperti kelompok CBT berbasis tradisional. Hal ini juga berkhasiat dalam pengobatan depresi ringan dan sedang. CBT berbasis internet juga lebih hemat biaya daripada terapi kelompok. Oleh karena itu, hasil tesis tersebut mendukung pengenalan pengobatan internet sebagai pengobatan psikiatri reguler, yang juga Dewan Nasional Kesehatan dan Kesejahteraan merekomendasikan pedoman baru untuk pengobatan depresi dan kecemasan. Diperkirakan bahwa depresi mempengaruhi sekitar 15 persen dan gangguan panik 4 persen dari semua orang selama hidup mereka. Depresi dapat mencakup sejumlah gejala, seperti suasana hati yang rendah, kurangnya perasaan sukacita, rasa bersalah, kelesuan, kesulitan konsentrasi, insomnia dan semangat untuk hidup yang rendah. Gangguan panik menghalangi seseorang untuk memasuki ...

Mengatasi Depresi Pada Anak

Anak Anda yang berusia 3 tahun ternyata tidak seriang biasanya, ia tidak ‘ceriwis’ saat pagi tiba, bukan tidak mungkin ia juga menolak untuk makan. Daripada bercanda bersama saudara-saudaranya, atau menggambar di bukunya, ia cenderung berada di tepi jendela sambil menatap kosong ke luar, mungkinkah seorang balita mengalami depresi? Seperti kebanyakan orang lainnya, Anda mungkin berasumsi kalau anak pra sekolah terlalu kecil untuk merasa sedih. Tapi ada penelitian terbaru yang menyatakan bahwa depresi klinis itu ternyata tidak mengenal usia. Depresi – bahkan keinginan untuk bunuh diri – sama berpengaruhnya pada balita dan remaja seperti pada orang dewasa. Para peneliti di Washington University School of Medicine, mengemukakan bahwa anak-anak mengalami symptom depresi yang sama seperti yang sering ditemukan pada orang dewasa, bahkan sama tingkat keparahannya. Menurut the National Mental Health Association, satu dari tiga anak di Amerika menderita depresi. Namun, walaupun sudah berb...

Depresi Memperparah Penyakit Jantung

Depresi atau penyakit suasana hati ternyata tidak boleh dianggap enteng. Bila muncul bersamaan dengan penyakit jantung koroner atau stroke, depresi cenderung akan memperparah kondisi penyakit, bahkan dapat memicu terjadinya kematian. Depresi memiliki hubungan timbal balik dengan penyakit non-infeksi seperti jantung dan stroke. Depresi yang hadir bersamaan dengan jenis penyakit tersebut, dapat meningkatkan risiko kematian (mortalitas) dan memperparah derajat kesakitan (morbiditas). Studi-studi tentang depresi pada pasien penyakit jantung menunjukkan angka prevalensi sebesar 18 hingga 60 persen. Studi-studi epidemiologis juga menunjukkan peningkatan angka mortalitas pasien penyakit jantung akibat menderita pula depresi. Proporsi terbesar dari gangguan depresi ditemukan pada penderita yang mengalami penyumbatan pada pembuluh darah jantung (infark miokard akut/AMI) sebesar 69 persen. Juga didapatkan hubungan bermakna antara depresi, stresor psikososial dan derajat keparahan AMI. P...

Konflik Keluarga Bisa Membuat Anak Trauma dan Depresi

Setiap konflik dalam keluarga (pertengkaran orang tua), pasti mempengaruhi pola pikir dan kelakuan anak. Apa lagi jika konflik tersebut diperlihatkan di depan anak. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi psikis anak dalam konflik rumah tangga. Seperti besarnya konflik, usia anak dan jenis kelamin anak (anak perempuan biasa lebih sensitif ketimbang anak laki-laki). Apabila konflik yang terjadi masih kecil, orang tua pasti mampu menutupinya. Dan, anak tidak akan mengetahui masalah itu karena orangtua tidak memperlihatkan konflik di depan anak. Kecuali jika konflik sudah membesar dan orang tua tidak dapat menutupinya dari anak, akan sangat berpengaruh pada mental anak. Konflik berkepanjangan yang terjadi pada keluarga akan membawa dampak psikologis anak saat mereka remaja. Ketika anak masih balita, mereka belum merasakan apa-apa. Namun memori otaknya akan tetap merekam setiap peristiwa yang mereka alami, meski hanya seperti mimpi. Bayang-bayang ini akan semakin jelas terpateri dala...