21 November 2008

Gangguan Kepribadian Paranoid

Gangguan Kepribadian Paranoid
Gangguan Kepribadian Paranoid lebih banyak atau lebih nyata dialami oleh pria daripada wanita. Sekitar 3% orang dewasa pernah mengalami gangguan ini.

Beberapa tanda-tanda pada Gangguan Kepribadian Paranoid, antara lain :
  • Kepekaan berlebihan terhadap kegagalan dan penolakan.
  • Kecenderungan untuk tetap menyimpan dendam, meskipun pada masalah-masalah kecil.
  • Kecurigaan dan kecenderungan pervasif untuk menyalah-artikan tindakan orang lain yang netral atau bersahabat sebagai suatu sikap permusuhan atau penghinaan.
  • Mempertahankan dengan gigih bila perlu dengan kekuatan fisik tentang hak pribadinya yang sebenarnya tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
  • Kecurigaan yang berulang, tanpa dasar, tentang kesetiaan seksual dari pasangannya.
  • Kecenderungan untuk merasa dirinya penting secara berlebihan yang dinyatakan dalam sikap menyangkut harga diri yang menetap.
  • Dirundung oleh rasa persekongkolan dari suatu peristiwa terhadap baik diri pasien maupun dunia luar pada umumnya tanpa bukti.
  • Selalu waspada dan hati-hati yang berlebihan bila berurusan dengan orang lain.
  • Selalu menghindari hubungan interpersonal.
Termasuk : Gangguan Kepribadian Paranoid Ekspansif, Gangguan Kepribadian Paranoid yang sensitif dan suka mengeluh/membantah dan fanatik.
Tidak termasuk : Gangguan Waham, Skizofrenia.

Psikodinamika Gangguan Kepribadian Paranoid

Para ahli psikodinamika menyatakan bahwa ada pengaruh genetika dalam gangguan ini, dimana para ahli menelusuri kembali pola-pola interaksi awal dengan orang tua yang dibutuhkan. Para ahli kognitif mengarahkan perihal asumsi-asumsi maladaptif semacam “Mereka jahat dan akan selalu menyerangmu bila ada kesempatan untuk menyalahkanmu”.


Pengobatan Gangguan Kepribadian Paranoid


Kesulitan yang dihadapi oleh ahli terapi (terapist) pada gangguan ini adalah penderita tidak menyadari adanya gangguan pada dirinya dan merasa tidak memerlukan bantuan dari terapist. Hanya beberapa saja dari penderita yang mau berobat atas kemauannya sendiri. Dan sering penderita yang sedang diobati tidak percaya dan menolak terapist-nya.

Pengobatan pada gangguan ini lebih banyak difokuskan pada terapi perilaku, sedangkan terapi obat umumnya tidak efektif.

Terapi perilaku pada gangguan ini, perlu dilihat masa lalu “kemarahan” penderita sebagai dasar menciptakan hubungan interpersonal yang baik. Kemudian, membantu mengontrol kecemasan penderita dan memperbaiki kemampuan hubungan interpersonalnya.

link : Kesehatan dan Gangguan Jiwa >> Gangguan Kepribadian >> Gangguan Kepribadian Paranoid


10 komentar pada
Gangguan Kepribadian Paranoid :

dondy on 17 Februari 2009 22.12 mengatakan...

mampir bang... nice blog tentang paranoid.....

Nony nim on 15 Juni 2009 09.06 mengatakan...

gimana caranya menghilangkan parno ya,....tolong dong kalo ada yg tau kirim email ke aku

KeNaLi DAn KunJunGI ObjEk WiSata Di PanDeglaNG on 4 November 2009 02.56 mengatakan...

sepertinya saya pernah ngalami tapi baru tahu klo pernah ngalami setelah baca tulisan ini

lovlycious rain on 6 Januari 2010 11.43 mengatakan...

thanks for info :)

haryoshi on 29 Oktober 2010 14.28 mengatakan...

thanks for this information.

visit me ok...

fmipa unand

Anonim mengatakan...

Saya mengalami paranoid semenjak selama bbrp thn menggunakan narkoba, sy pernah berhalusinasi saat menggunakan narkoba lalu sejak saat itu sy mengalami paranoid selalu merasa cemas klw berada diantara org bnyk bahkan bisa sampai berkeringat dingin dan gemetar rasanya ingin lari saja. Saat ini saya sdh berhenti menggunakan narkoba selama 5thn namun paranoid sy ttp berlanjut hingga mengganggu kehidupan sosial saya. Bagaimanakah cara mengatasi paranoid yg disebabkan oleh narkoba dan terapi apa saja yg hrs sy lakukan dan kemana sy hrs berkonsultasi... Sblmnya ats tanggapannya sy ucapkan terima kasih

Anonim mengatakan...

Halo... mau sedikit nanya2.
Ada orang tua yang menderita paranoid. Masa lalunya yang buruk salah satunya ditinggal suami. Saat ini dia tinggal dengan anak dan menantunya, menantunya sering sekali dituduh mau meracuni dia atau menukar-nukar barang miliknya. Berulang kali dimarahi dan diberi pengertian oleh anaknya, tetap tidak berubah dan malah semakin menjadi-jadi. Ada yang tahu bagaimana caranya merubah cara pandangnya? Apa cara satu-satunya dia harus ke dokter dan meneria perawatan? Apakah itu sudah termasuk kategori paranoid yang akut?
Terima kasih atas jawabannya.

moe on 28 Maret 2011 20.19 mengatakan...

Gan, Ane sekarang lagi parno nih.. ni gara-gara gw doank yang maju skripsi.. tmen2 seangkatan gw kgak ada yang lolos, sumpah ane sampe nangis gan.. karena ketakutan gak ada temen aja. gimana ngatasinnya

Anonim mengatakan...

Gan, Ane baru nyadar kalo mantan pacar ane rada parno, keras kepala, dikasi tau ga pernah mau denger, dikoreksi jg malah ngambek, permasalahan kecil dibesar2kan sehingga menjadi akhir dari hubungan kami dan menjadi dendam, ane terus terang masih sayang sama dia, gimana yach caranya biar dia mengerti bahwa ane masih sayang dan dia merasakan itu serta menghilangkan rasa benci dan dendamnya ?

farhan mengatakan...

hai gay's ikut nimbrung nih saya juga sama seorang ODS yang sekian lama saya rasakan semakin benar ada'y gangguan orang yang isenk sama saya dan saya rasakn slama ini semakin lama semakin begituh nyata akan tetapi saya belum sama sekali berobat ke dokter jiwa karna minim ya sarana dan rs yang jelas di kawasan saya tolong mukin teman2 bisa bantu saya

Posting Komentar pada
Gangguan Kepribadian Paranoid :

 

Komentar

Google Friend Connect

Copyright © Kesehatan dan Psikologi - Gangguan Kepribadian Paranoid